Apa Itu Tutup Buku ? Ini Syarat dan Penjelasan Lengkapnya

Apa Itu Tutup Buku ? Ini Syarat dan Penjelasan Lengkapnya
123 view • 05 Agustus 2023

Picture by : freepik.com • Post by : Admin@wirneet

Didalam perusahaan baik itu perusahaan perkebunan, retail, dagang, jasa dan perusahaan lainnya memiliki data pembukuan keuangan, dimana didalamnya banyak sekali transaksi - transaksi mulai dari gaji, pembayaran hutang suplier, pembayaran pajak, piutang, pembayaran jasa dan pebayaran lainnya, dimana data transaksi tersebut harus di catat dan di posting di keuangan.

Tutup buku keuangan menjadi salah satu penanda bahwa sudah terjadi cut off transaksi pada periode tertentu, bertujuan agar setiap data laporan keuangan yang sudah di cetak dan dilaporakan tidak lagi berubah, dan akan menjadi laporan pertanggung jawaban atas apa yang sudah terjadi pada bulan tersebut.

Baca juga : Tips Cara Mengatur uang Bagi Wirausaha

Tutup buku atau sering di sebut dengan closingan menjadi penentu untuk menentukan parameter dalam menghitung pengeluaran dan penerimaan setiap bulannya, Apa saja fungsi tutup buku dan syaratnya, berikut dibawah ini penjelasan lengkapnya.





Cut Off Transaksi


Dari pengalaman mimin yang pernah mengelola data keuangan disalah satu perusahaan, dimana mereka setelah melakukan tutup buku, maka tidak ada lagi data transaksi yang di posting pada bulan tersebut, misalkan tutup buku pada periode 2023-06, maka kita tidak bisa melakukan posting transaksi apapun pada periode tersebut, karena sudah di lakukan cut off, sehingga mengharuskan transaksi tersebut di lakukan pada bulan berikutnya.

Fungsi cut off sendiri adalah untuk mencegah perubahan laporan yang sudah di ganarate oleh sistem, dimana laporan - laporan sudah sesuai baik itu cahs flow, buku besar, trial balance, neraca, HPP dan rugi laba. Cut off biasanya di lakukan pada akhir bulan dan di laksanakan pada awal bulan di tanggal 1 sampai dengan 10, karena biasanya setiap akhir bulan dari bagian unit masing - masing menyelesaikan laporan, baik itu gudang, pembelian, penjualan dan gaji, yang nantinya data tersebut akan di posting ke dalam keuangan.




Menjadi Saldo Awal


Setiap proses tutup buku dikeuangan, pasti ada membentuk nilai saldo saldo akkhir yang akan digunakan untuk saldo awal pada setiap akun, saldo awal tersebut akan di gunakan pada periode berikutnya, misalkan saja saldo kas dan bank, kita bisa lihat saldo awalnya ketika data transaksi sudah di lakukan proses tutup buku.Saldo awal ini menjadi patokan untuk menghitung menjadi saldo awal berikutnya, tidak hanya kas dan bank saja, kita juga bisa melihat saldo hutang maupun piutang, agar kita tahu keadaan transaksi keuangan pada perusahaan tersebut.




Laporan Keuangan


Valid atau tidak laporan keuangan, bisa kita lihat pada proses akhirnya, dimana setiap akun yang memiliki data transaksi harus balance, baik itu penerimaan, pengeluaran, transaksi umum adn pembayaran, agar tidak terjadi masalah di laporan keuangannya. Laporan keuangan di bentuk untuk mengetahui untung dan rugingnya perusahaan, selain itu untuk melihat apa saja biaya - biaya yang di anggap terlalu besar, sehingga bisa di evaluasi untuk menekan beban / biaya perusahaan.

Sebagai perusahaan yang besar, laporan keuangan menjadi salah satu penentu perusahaan tersebut apakah dalam keadaan sehat atau tidak, dengan laporan keuangan, maka kita bisa menentukan kedepannya apa yang harus di lakukan, agar perusahaan tersebut berkembang dan sehat.





Demikian ulasan singkat mengenai tentang proses tutup buku di keuangan dan fungsinya, terima kasih telah berkunjung di blog kami, Semoga bermanfaat.





Artikel Terkait



Ada 0 Komentar di "Apa Itu Tutup Buku ? Ini Syarat dan Penjelasan Lengkapnya"


Tinggalkan Komentar Disini