Apa Itu Tanaman Menghasilkan di Perkebunan Kelapa Sawit

Apa Itu Tanaman Menghasilkan di Perkebunan Kelapa Sawit
187 view • 19 Juli 2023

Picture by : wirneet.com • Post by : Admin@wirneet

Halo sobat wirnet, sudah lama mimin tidak berbagi info menarik tentang kegiatan di perkebunan kelapa sawit, karena ada kesibukan pekerjaan, mungkin Anda lagi sedang mencari tentang informasi mengenai perkebunan sawit, atau Anda lagi sedang merencanakan untuk membangun sebuah perkebunan kelapa sawit, akan tetapi masih bingung langkah apa yang harus di lakukan, tentu ini berkaitan dengan tanaman sawit, mulai dari bibitan, peremajaan, tanam bibit, kemudian TBM, selanjutnya sampai dengan tanaman menghasilkan atau sering disebut dengan TM.

Kali ini mimin akan berbagi pengalaman mengenai bagaimana sebenarnya pengelolaan di perkebunan kelapa sawit khususnya Tanaman Menghasilkan (TM), berbagai perusahaan perkebunan kelapa sawit, yang masih merintis tentu ini menjadi hal yang tidak mudah, karena kita harus tahu bagaimana pengelolaan tanaman sawit, dan ini berkaitan dengan biaya / modal yang di keluarkan.

Baca juga Cara Menghitung Brondolan Sawit dengan Mudah

Dalam membangun perkebunan kelapa sawit yang perlu di perhatikan adalah pada saat biaya itu di bebankan kemana, sehingga kita tahu pos - pos mana saja yang harus di klasifikasi, agar biaya yang di timbulkan tidak terpaku pada satu kesatuan. Untuk lebih jelasnya mimin akan menjelaskan Apa Itu Tanaman Menghasilkan di Perkebunan Kelapa Sawit di bawah ini.





Apa itu TM (Tanaman Menghasilkan)


Ciri - ciri tanaman menghasilkan diperkebunan kelapa sawit adalah pohon sawit yang sudah mempunyai umur 3-4 tahun dengan memiliki tandan buah di setiap pokoknya, Anda bisa jumpai di daerah sumatra khususnya banyak sekali lahan perkebunan kelapa sawit, milik BUMN, swasta maupun masyarakat, dengan berbagai jenis umur tanaman, yang di katakan TM (Tanaman Menghasilkan) yaitu area lahan sawit yang sudah berbuah, dengan memiliki tandan sawit yang sudah bisa di panen secara rutin dengan kategori bahwa buah tersebut sudah memiliki ciri - ciri matang, misalkan buah kekuningan dengan corak merah, dan sudah mulai berondol 1 hingga 3 biji.

Setiap tandan / janjang akan di kumpulkan oleh pemanen di Tempat Pengumpulan Hasil atau sering di sebut TPH, yang kemudian tandan / janjang tersebut di akan di angkut melalui truk, selanjutnya akan di bawa ke pabrik kelapa sawit. Sebelum di bawa ke pabik kelapa sawit, data tanda harus di hitung terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam bak truk, agar kita tahu jumlah tandan si pemanen, ini berkaitan dengan kebutuhan basis premi pemanen, biasaya di tulis oleh krani cata buah atau juga sering di sebut KCS (Kraning Ceking Sawit).




Komponen Apa Saja Jika Sudah TM (Tanaman Menghasilkan)


Perlakuan tanaman TM dengan TBM itu sangat berbeda, karena dalam tanaman sawit menghasilkan, membutuhkan orang panen, pengawas, langsiran, perawatan dan pupuk, sama halnya dengan TBM, akan tetapi di tanaman belum menghasilkan tidak ada kegiatan panen, hanya perawatan, pengawasan.dan pemupukan.

Dibawah ini adalah komponen yang harus Anda ketahui kegiatan yang ada di TM (Tanaman Menghasilkan)

  • Kegiatan Panen
  • Pengawasan
  • Perawatan 
  • Langsiran 

Kegiatan Panen

Kegiatan panen ini merupakan aktivitas utama untuk dapat menghasilkan produksi, jadi setiap kegiatan panen itu ada kelompoknya yang di kepalai oleh mandor panen, nah sebelum melakukan kegiatan panen, mandor akan memberikan ancak panen kepada anggotanya, ini berkaitan dengan rotasi panen. Rotasi panen ini diklasifikasikan kedalam ancak panen, dimana pemanen harus menyelesaikan target panenya, agar tidak terjadi buah restan nantinya.

Buah restan ini biasanya terjadi pada putaran atau rotasi panen yang memiliki musim banjir buah, atau medan ancak yang di panen sangat sulit, sehingga membutuhkan waktu dan tenaga ekstra dalam memanen, ada juga di karenakan hari - hari libur panjang, yang mengharuskan tidak bisa melakukan kegiatan panen, sehingga jumlah ancak yang di selesaikan tidak terpenuhi.





Pengawasan

Kegiatan pengawasan ini meliputi orang - orang yang mengatur dan mengawasi jalannya kegiatan panen, mulai dari mandor satu, mandor panen dan krani cheking sawit, fungsi pengawasan disini adalah agar kegiatan panen berjalan dengan sesuai standar SOP yang berlaku, agar tidak terjadi masalah yang timbul, seperti kesalahan ancak, buah yang di panen, target panen, dan penyusunan buah di TPH dengan benar, jika terjadi kesalahan saat kegiatan panen, maka ini akan mempengaruhi kualitas hasil produksi, ini berdampak pada performa dan kedisiplinan pengawasnya dalam mengatur anggotanya.

Perawatan (Pemeliharaan)

Perawatan TM ini dilakukan oleh bagian perawatan, mereka ini melakukan kegiatan penyemprotan, rawat gawangan, perawatan jalan, dongkel anak kayu, tunasan, rawat tph, pemupukan dan kegiatan lainnya, setiap kelompok perawatan ini biasanya di kepalai oleh Mandor Perawatan, setiap kegiatan perawatan dilapangan harus ada target yang harus di capai, baik itu luasan maupun secara jumlah yang di kerjakan.

Langsiran 

Kegiatan langsiran merupakan masuk kedalam kegiatan panen, karena berkaitan dengan buah yang di angkut, setiap buah yang di panen kemudian disusun di tph akan di bawa kepabrik melalui truk, setiap buah yang akan di angkut biasanya memiliki tanda di sietiap bonggol (tangkai) berupak tanda seperti stempel bahwasanya sudah di hitung dan boleh di angkut. Setiap truk memiliki 1 supir, 2 helper angkut buah dan krani ceking sawit.

Setiap buah yang dibawa ke pabrik memiliki data SPB, dimana didalamnya terdapat sumber buah dari afdeling / divisi mana, blok, pemanen hingga pengawasnya (mandor panen, mandor satu, kcs), sehingga dengan data tersebut memudahkan untuk menghitung secara aktual data komidel (Komoditi Afdeling) setelah di timbang di pabrik.




Bagaimana Biaya TM (Tanaman Menghasilkan) Dibebankan


Biaya - biaya kegiatan tanaman menghasilkan itu sangat banyak, mulai dari gaji pemanen, gaji pengawas, gaji perawatan, biayan bahan dan alat dan biaya transportasi, dimana ini memilki pos masing - masing, biaya kegiatan yang di timbulkan diiatas, biasanya di kelompokan kedalam kategori akun HPP, dimana disana ada pos COA (Chart Of Account) yang sudah di tentukan, misalkan Upah Pekerjaan Kegiatan Perawatan, Upah Pemanen, Upah Pengawas, Bahan dan Alat. Setiap biaya tersebut di klasifikasikan lagi kedalam afdeling dan masing - masing blok.

Misalkan ada tenaga kerja bagian perawatan mendapatkan Upah dalam sebulan sebesar Rp. 4.000.000, dari nilai angka tersebut kita tidak bisa langsung posting nilainya kedalam satu akun, melainkan kita klasifikasikan lagi berdasarkan kegiatan / pekerjaan harian, kita asumsikan berdasarkan data di lapangan

  1. Rp. 1.000.000 kerja rawat gawangan pada afdeling dan blok, 
  2. Rp. 1.500.000 kerja semprot pasar pikul pada afdeling dan blok 
  3. Rp. 1.500.000 kerja pemupukan pada afdeling dan blok

Dari data di atas, kita sudah bisa melakukan posting ke masing - masing pekerjaan pada afdeling dan blok, sehingga kita tahu berapa biaya yang di timbulkan setiap bloknya, konsep ini juga berlaku dengan upah pemanen dan pengawasnya, tinggal kita klasifikasikan lagi berdasarkan data di lapangan.





Demikian ulasan ini kami bagikan, Semoga membantu Anda dalam mengelola dan menentukan keputusan saat berada di lapangan, semoga bermanfaat, terima kasih.





Artikel Terkait



Ada 0 Komentar di "Apa Itu Tanaman Menghasilkan di Perkebunan Kelapa Sawit"


Tinggalkan Komentar Disini