Apa itu QRIS? Ini Kekurangan dan Kelebihannya

Apa itu QRIS? Ini Kekurangan dan Kelebihannya
657 view • 03 September 2023

Picture by : freepik.com • Post by : Admin@wirneet

Sudah pernah mendengar apa itu QRIS? Apakah Anda sudah memanfaatkannya? QRIS merupakan kependekan dari Quick Response code Indonesian Standard dan seringkali diucapkan sebagai /kris/. QRIS sendiri menjadi salah satu teknologi pembayaran digital yang sampai sekarang ini populer di kalangan masyarakat Indonesia. 

Bahkan diketahui, pengguna dari aplikasi QRIS ini mencapai 3 jutaan orang. Angka inipun dipercaya masih akan selalu mengalami kenaikan, seiring dengan banyaknya masyarakat yang masih belum menggunakannya. Selain itu, QRIS juga makin dikenal seiring dengan maraknya aplikasi pembayaran digital.

Baca juga : Bayar Pakai Dompet Digital Amankah?





Apa itu QRIS?


Menjawab pertanyaan apa itu QRIS, perlu diketahui bahwa QRIS adalah kependekan dari (Quick Response Code Indonesian Standard) yang merupakan sistem standarisasi kode QR yang digunakan di Indonesia untuk membaca kode informasi pembayaran. QRIS memungkinkan berbagai metode pembayaran, seperti transfer bank, dompet digital, atau pembayaran melalui sistem elektronik. Dimana semuanya dapat diakses melalui satu kode QR yang sama. Hal ini tentu saja akan memudahkan pengguna dalam melakukan transaksi non-tunai dan meningkatkan efisiensi dalam berbagai bentuk pembayaran di Indonesia. 

Kemunculan QRIS sendiri menjadi upaya standarisasi yang dilakukan oleh perusahaan perbankan Bank Indonesia. Keberadaannya pun akan berlaku untuk semua perusahaan yang melibatkan penggunaan teknologi finansial atau fintech.

Setelah Anda memahami apa itu QRIS, ketahui pula apa saja plus minusnya. Pasalnya, seiring dengan popularitasnya di masyarakat, yang namanya teknologi pastilah memiliki kelebihan dan kekurangan. Ini beberapa daftar kelebihan dan kekurangan sistem pembayaran via QRIS. 




Kelebihan QRIS


  1. Lebih Efisien : Metode pembayaran QRIS memiliki kemampuan untuk menggabungkan beberapa metode pembayaran, seperti kartu kredit, debit, e-wallet, dan lainnya, dalam satu kode QR. Ini mengurangi kerumitan dan waktu untuk pemrosesan transaksi, sehingga mempercepat transaksi di berbagai sektor. QRIS juga dapat membantu mengurangi ketergantungan pada uang tunai, yang dapat meningkatkan efisiensi dalam sistem pembayaran. 
  2. Kemudahan Penggunaan : QRIS memungkinkan pembayaran lebih mudah dan cepat hanya menggunakan ponsel pintar dengan cara memindai kode QR.
  3. Peningkatan Keamanan : QRIS telah menggunakan teknologi enkripsi yang tinggi untuk melindungi data transaksi. Hal ini memungkinkan tingkat risiko keamanan lebih rendah dibandingkan pembayaran tunai atau metode non-digital. QRIS juga memiliki sistem otentikasi yang dapat membantu mengurangi risiko penipuan.
  4. Bisa digunakan di berbagai tempat : Penggunaannya bisa dipakai di berbagai area atau tempat, misalnya seperti hotel, toko, restoran, mall, tempat parkir, dan lain sebagainya. QRIS mampu mendorong berkembangnya sistem keuangan dan memungkinkan masyarakat bisa lebih mudah akses ke berbagai layanan keuangan. Bahkan bagi masyarakat yang sebelumnya sulit untuk dijangkau.
  5. Bisa dipakai semua orang : Metode pembayaran QRIS bisa dipakai oleh siapa saja, asalkan penggunanya memiliki smartphone yang mendukung instalasi aplikasi pembayaran QRIS. Manfaatnya, hal ini memungkinkan para pelaku usaha dan konsumen mendapatkan aksesibilitas yang lebih baik.




Kekurangan QRIS


  1. Keterbatasan Infrastruktur : Di daerah tertentu, infrastruktur teknologi mungkin belum memadai untuk mendukung penggunaan sistem pembayaran dengan QRIS.
  2. Koneksi Internet : Transaksi QRIS memerlukan koneksi internet yang stabil. Di area dengan koneksi lemah atau tidak ada koneksi sama sekali, penggunaan QRIS bisa menjadi sulit. Hal ini bisa mengakibatkan transaksi menjadi terhambat atau bahkan tidak dapat dilakukan dengan lancar.
  3. Ketergantungan pada Smartphone : Kekurangan QRIS adalah bahwa penggunaannya membutuhkan perangkat smartphone yang dilengkapi dengan kamera dan koneksi internet. Hal ini dapat menjadi hambatan bagi mereka yang tidak memiliki atau tidak terbiasa menggunakan smartphone.
  4. Keamanan : Risiko utama penggunaannya adalah terkait dengan aspek keamanan, seperti potensi penipuan atau kebocoran data pribadi. Penjahat cyber dapat menciptakan kode QR palsu untuk mengalihkan pembayaran ke rekening mereka sendiri. Selain itu, jika sistem QRIS tidak diatur dengan baik, data pelanggan yang dikumpulkan dalam transaksi juga bisa menjadi target untuk pencurian identitas atau pelanggaran privasi.
  5. Keterbatasan Penerima : Meskipun QRIS semakin umum, ternyata belum semua toko atau tempat usaha menerima pembayaran melalui QRIS. Hal ini dapat menghambat pembayaran yang dilakukan oleh pengguna.
  6. Kurangnya Sosialisasi : Beberapa pengguna mungkin tidak sosialisasi agar mereka dapat menggunakan sistem ini dengan benar. Melalui sosialisasi yang lebih baik, orang-orang akan lebih memahami manfaatnya dan kemungkinan besar akan lebih terbuka untuk menggunakannya dalam transaksi sehari-hari.
  7. Biaya transaksi : Beberapa penyedia layanan QRIS ada yang membebankan biaya transaksi pada penggunanya, baik itu kepada pembeli ataupun penjual. Biaya transaksi ini seringkali bervariasi tergantung dari penyedia layanan QRIS yang Anda gunakan untuk sistem pembayarannya. 





Itulah tadi penjelasan mengenai apa itu QRIS beserta kelebihan dan kekurangannya. QRIS hadir menjadi terobosan baru yang telah melalui berbagai proses pengecekan untuk mendapatkan manfaat yang lebih optimal. Jadi, Anda tidak perlu ragu untuk menggunakan QRIS dalam berbagai sistem pembayaran. Pastikan saja Anda berhati-hati dalam penggunaan dengan menjaga kerahasiaan data, memastikan validitas kode, serta gunakan koneksi yang aman untuk menghindari risikonya. 





Artikel Terkait



Ada 0 Komentar di "Apa itu QRIS? Ini Kekurangan dan Kelebihannya"


Tinggalkan Komentar Disini